Motif Batik Wonogiren


 

Batik Wonogiren pernah berjaya sejak era 1800-an, motif-motif batik tradisional pada saat itu menjadi inspirasi sejumlah pembatik besar di kota Solo. Bahan pewarna alami sudah digunakan sejak saat itu, membuat batik terkesan lebih antik dan eksotik. Warnanya pun sanagat awet bahkan tahan lama sampai puluhan tahun. Namun batik dengan pewarna alami, sekarang malah terpinggirkan karena lebih banyak yang menggunakan pewarna sintetis. Air pewarna alami bisa digunakan beberapa kali pencelupan pewarnaan, tetapi pewarnaan dengan bahan sintetis hanya sekali pencelupan setelah itu diubuang.

Untuk menghasilkan warna coklat, menggunakan kulit pohon mahoni, dengan cara kulit direbus sampai airnya mengeluarkan warna selanjutnya dicampur dengan tawas, dan kapur tujuannya untuk mengikat warna pada kain agar tidak mudah luntur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s